idcontact@aexi.id     Telepon: +62 82311345134

Selain K-POP dan drama, Korea Selatan juga menarik perhatian terkait peluang ekspor. Sebab negara ginseng ini bisa menjadi ‘sasaran empuk’ untuk ekspor komoditas perikanan.

Berdasarkan hasil riset ITPC Busan 2020, Korea Selatan (Korsel) menduduki peringkat ke-9 di dunia untuk negara importir produk ikan terbesar. Selain itu, Korsel juga menjadi langganan negara pengekspor komoditas perikanan dalam bentuk beku dari 100 negara.

Terlebih juga mayoritas masyarakat yang senang mengkonsumsi hidangan ikan sebagai makanan tradisi. Oleh karena itu, kebutuhan konsumsi ikan di Korea Selatan cukup tinggi sebesar 51,8 kg per kapita per tahun.

Berdasarkan pemaparan fakta di atas, Indonesia jelas bisa menjadi negara andalan ekspor komoditas perikanan dengan potensi yang mencapai 115 juta ton per tahun.

Saat ini ekspor Indonesia menduduki peringkat 11 dari 30 negara. Artinya, peluang akan terus ada untuk Indonesia sebagai negara pengekspor komoditas perikanan.

Tren Pasar Komoditas Perikanan di Korea Selatan

Mayoritas masyarakat Korea Selatan senang mengkonsumsi ikan dengan berbagai hidangan. Mulai dari tradisi mengkonsusmi ikan mentah yang disajikan bersama kecap asin hingga olahan ikan matang lainnya.

Gaya hidup ini menjadi turun-temurun masyarakat Korea Selatan. Selain menjadi tradisi, alasannya adalah manfaat dan nutrisi dari mengkonsumsi ikan mentah tersebut. Karena mereka percaya hidangan laut dan makhluk hidup laut sangat baik.

Berdasarkan hasil riset ITPC Busan 2020, ikan kakap putih dan belut merupakan salah satu ikan favorit di Korea Selatan. Jenis-jenis ikan ini di Indonesia sangat melimpah dan biasa dibudidayakan.

Peluang ekspor di Korea Selatan sangat menjanjikan. Selain permintaan yang cukup tinggi, Perikanan Indonesia juga diberkahi beragam jenis ikan yang melimpah.

“Masyarakat Korea Selatan banyak mengkonsumsi hidangan ikan. Salah satu favorit adalah ikan kakap putih dan belut. Di Indonesia jenis tersebut melimpah dan biasa dibudidayakan.”

Kekuatan Indonesia sebagai negara pengekspor harus diikuti dengan pemenuhan regulasi yang berlaku. Perlu diketahui eksportir, hambatan yang sering muncul adalah terkait standar dan proses keamanan.

Standar dan proses keamaan ekspor komoditas perikanan ke Korea Selatan sangat ketat. Oleh karena itu, eksportir harus menguasai tata cara yang mengacu pada standar produk internasional untuk mengatur kualitas dan kuantitas.

Apa saja yang perlu dipahami? Mari kita bahas bersama tentang regulasi dan standar yang berlaku secara umun maupun di Korea Selatan untuk produk perikanan.

Tangkap Peluang Ekspor: Regulasi Umum

Dalam kegiatan ekspor, regulasi menjadi tantangan tersendiri bagi Pengusaha Indonesia sebelum produk Anda melanglang buana di luar negeri.

Biasanya setiap produk dan negara tujuan ekspor akan menetapkan regulasi yang berbeda. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui apa saja yang harus disiapkan.

Jika Anda berminat untuk ekspor komoditas perikanan ke Korea Selatan, ada baiknya penuhi regulasi umun di bawah ini.

  1. Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah tanda pengenal bagi pelaku usaha. Perlu diketahui, NIB telah menggantikan SIUP dan TDP.
  2. Memiliki NPWP (Nomor Wajib Pajak) perusahaan.
  3. Surat Kelayakan Pengolahan (SKP) adalah sertifikat yang menerangkan tata cara pengolahan ikan sudah sesuai dengan standar Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia.
  4. Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP) adalah sertifikat jaminan mutu produk dan keamanan pangan.
  5. Health Certificate (HC) adalah sertifikat kesehatan hasil perikanan pada proses produksi, pengolahan dan distribusi.
  6. Phytosanitary Certificate adalah sertifikasi ekspor karantina produk.
  7. Surat Persetujuan Muat (SPM) adalah dokumen resmi yang ditandatangani petugas karantina di tempat pengeluaran.

Tangkap Peluang Ekspor: Regulasi di Korea Selatan

Setelah mengetahui regulasi secara umum, Anda juga perlu mengetahui regulasi ekspor yang berlaku di negara tujuan. Karena setiap negara menerapkan kebijakan yang berbeda.

Eksportir harus mengacu pada standar produk internasional yang mengatur kualitas dan kuantitas. Perlu diketahui, Korea Selatan merupakan negara yang mementingkan kualitas suatu barang.

Di bawah ini merupakan standar international yang berlaku di Korea Selatan.

  1. ISO (International Standardization Organization)
  2. IEC (International Electrotechnical Commission)
  3. EN (European Norm)
  4. DIN (Deutsche Industrie Norm)
  5. NF (Normes Franchises)
  6. ASTM (American Society of Testing Material)

Selain standar di atas, Anda juga harus memenuhi standar Food Sanitation Act and Foreign Trade Act. Standar tersebut mengharuskan setiap produk ikan terlebih dahulu di karantina di pelabuhan sebelum dipasarkan di Korea Selatan.

Besarnya peluang ekspor komoditas perikanan ini sayang untuk dilewatkan. Selain permintaan yang cukup tinggi, Produk Indonesia mampu bersaing di pasar dunia.

Peminat hasil ikan Indonesia, tidak hanya Korea Selatan, Negara Eropa dan Asia adalah sasaran lainnya. Artinya, peluang semakin terbuka lebar.

Saatnya eksportir Indonesia untuk bergerak meningkatkan nilai ekspor dengan merebut peluang di sektor perikanan.

Apalagi dalam semangat kemerdekaan, Anda harus menjadi generasi PPKM, Para Pejuang Komoditas Mendunia dalam kondisi berbeda karena pandemi.

Banyak jalan menuju roma, banyak jalan juga menuju pasar ekspor. Merdeka ekspor adalah UKM merdeka. Karenanya mari bergerak bersama AeXI untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Kami yakin Anda adalah Pengusaha Indonesia yang berani ekspor!